Peran Eleran Bagi Warga Desa

Muktisari, Gandrungmangu – Penggilingan Padi atau yang dikenal dengan eleran oleh warga Desa Muktisari memiliki peran yang penting. Selain sebagai tempat untuk mengubah padi menjadi bulir-bulir beras, eleran juga berfungsi sebagai ‘pasar padi’. Selain itu, limbah yang dihasilkan juga memiliki berbagai manfaat.
Desa Muktisari sendiri tercatat memiliki tak kurang dari 9 tempat penggilingan padi. Salah satunya yang terletak di Dusun Bendagede, Rt.08/Rw.02, Desa Muktisari, Kecamatan Gandrungmangu ini. Eleran yang pertama kali dibuka pada tahun 2001 ini beroperasi mulai pukul 08:00 hingga 16:00 waktu setempat.
Dalam sehari eleran ini mampu mengolah 5 ton gabah menjadi 4 ton beras. Sisanya menjadi merang dan dedak. Merang adalah limbah berupa kulit gabah, teksturnya kasar. Merang sendiri memiliki banyak manfaat. Seperti yang diungkapkan Syarif (26), seorang pekerja eleran ketika ditemui di sela-sela kesibukannya, Selasa (15/4) siang, “Limbahnya itu buat pembakaran semen di Cilacap, membuat batu bata, dan untuk pabrik tahu, banyak kok kegunaanya.” ungkapnya.
Selain itu, masih menurut mahasiswa semester 4 sebuah perguruan tinggi swasta di Sidareja ini merang juga digunakan oleh para pembuat gula merah sebagai bahan bakar. Merang sendiri dijual dengan harga yang berbeda untuk pembeli dengan segmen yang berbeda pula. Untuk pembuat batu bata misalnya harga per karungnya bisa mencapai Rp 2.000,- sedangkan untuk pembuat gula merah harganya lebih murah, kisarannya Rp 500,- hingga Rp 1.000,-.
Sedangkan dedak (atau dedek, dengan bunyi huruf ‘e’ pada ‘menara’) merupakan limbah penggilingan padi yang memiliki tekstur lembut. Volume dedak lebih kecil yaitu hanya sekitar 10% dari bahan baku gabah. Dedak biasanya dimanfaatkan untuk pakan ternak baik berupa unggas maupun campuran pakan kambing, kuda, sapi, dan lain-lain. Jika dilihat dari keluarnya kedua material ini dari mesin, merang biasanya keluar dari cerobong yang paling besar dari mesin 1 dan 2, sedangkan dedak keluar dari cerobong kecil di mesin ke-3 bersamaan dengan keluarnya beras hasil akhir penggilingan.
Selain sebagai tempat penggilingan padi, eleran juga berfungsi sebagai tempat jual beli gabah. Kasiyah (72), salah seorang warga yang hendak menjual gabahnya mengaku sedang memerlukan uang untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup. “Aku adol gabah limang kandi. (saya menjual gabah 5 karung)” katanya. [Samsul Ma’arif/2014]

