Produktifitas Menurun

muktisari-tandur-pari-1Muktisari, Gandrungmangu – Dua postingan sebelumnya kutulis langsung dari perangkat bergerak (baca: ponsel) yang kudapatkan dari seorang teman. Meskipun demikian, hal tersebut tak lantas membuatku produktif menulis di sini. Ada banyak hal di luar teknis yang membuatku tak dapat menulis, di antaranya mungkin dapat kuutarakan kali ini.

Kesibukan, mengajar di kursusan memang berbeda dengan mengajar di sekolah. Aku sendiri belum pernah mengajar di sekolah formal. Tapi memang selama 3 minggu belakangan ini aku mengajar 16 orang kursus komputer di lembaga tempatku mengabdi membuat waktuku seolah terkuras habis olehnya. Dari pagi hingga sore hari, hari Senin hingga Sabtu, kecuali saat jadwalnya kuliah, yaitu Jumat dan Sabtu sore dan Minggu pagi.

Hal tersebut membuatku memahami satu hal : mengapa orang tak bisa meluangkan waktu untuk hal yang tak ada hubungannya dengan pekerjaannya. Apalagi sesuatu yang entah ada manfaatnya atau tidak bagi dirinya? Misalnya menulis di website ini tentang desa, atau tentang lingkungan sekitarnya. Well, to be honest. Aku sendiri masih kesulitan menjawab pertanyaan tersebut, atau pertanyaan lain misalnya : apa sih manfaat menulis di website ini tentang desa/lingkungan kita? Namun aku masih mencari jawabannya dengan menuliskan apapun yang bisa kutuliskan. Meskipun aku memiliki masalah sosial yang harus kuhadapi sendiri.

Masalah Sosial

Yang satu ini adalah sebenarnya masalahku sendiri. Aku masih kesulitan untuk bergabung dengan lingkungan di sekitarku. Ada semacam mindset (atau apapun itu) dalam pikiranku yang menyatakan bahwa lingkungan menolakku. Aku tau itu mungkin tak benar, bahkan aku pernah bermimpi dalam tidurku beberapa hari yang lalu : orang yang sangat membenciku (dalam kehidupan nyata) dapat kuajak bergabung. Masalah sosial ini juga yang “seolah menghalangiku” menemukan cerita-cerita baru yang dapat kutuliskan di sini.

Desa ini sebenarnya memiliki banyak sekali cerita yang dapat dibagikan di sini. Banyak di antaranya masih jauh dari jangkauanku.

Terlepas dari hal tersebut, aku masih akan terus berusaha menulis apa yang bisa kutuliskan. Mengajak teman-teman sedesaku untuk belajar bersama, menulis, atau apapun yang bisa kuusahakan, sebatas kemampuanku. Dua kali pertemuan pelatihan tak akan pernah cukup, kuharap aku dapat mengajak lebih banyak temanku untuk belajar bersama demi kemajuan desaku, Desa Muktisari, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. 

Bukti nyata, atau tolok ukur dari keberhasilan pelatihan tersebut adalah akan ada warga Desa Muktisari yang dapat menulis untuk website ini selain aku yang jumlahnya semakin banyak. Agar tulisan di sini semakin berwarna, semakin variatif, dan semakin banyak tentunya. Oiya, semakin konsisten (hehehee….).

Pada akhirnya tulisan ini adalah berupa curhatku sendiri tentang masalah yang kuhadapi. Namun sekaligus sebagai jawaban tentang pertanyaan dari seorang guruku yang menagih tulisan di website ini melalui private message WA. [Samsul Ma’arif/2014]

Comments

comments