Usaha Roti Tape Mas Imdad

Muktisari, Gandrungmangu – Berawal dari tahun 2004, dengan modal uang sebesar Rp 400.000,- hasil jerih payahnya merantau ke Jakarta, Imdadurohman (31), warga Rt.05/Rw.02, Desa Muktisari, Kecamatan Gandrungmangu, Cilacap mulai merintis usahanya. Dari sekedar jualan roti, kini Imdad bahkan telah memroduksi roti kreasinya sendiri berupa Roti Tape.

Diawali dengan perkenalan dengan seorang teman yang telah memiliki usaha jualan roti, Imdad mendapatkan informasi bahwa stok barang didapatkan dari Banjar, Jawa Barat. Pria kelahiran 30 Juni 1983 ini kemudian menjual roti-roti tersebut ke warung-warung dengan cara menitipkannya. Tiap warung dititipi roti antara 15 hingga 30 buah, namun rata-rata tiap warung mendapatkan 20 buah. Roti tersebut baru akan dibayar jika laku dijual oleh warung tadi, Imdad baru akan mengambil uangnya pada kunjungan berikutnya sembari mengisinya kembali dengan roti yang baru.

Setiap roti yang terjual, Imdad mendapatkan keuntungan sebesar Rp 100,- dari harga yang didapatkannya dari supplier sebesar Rp 700,- “Walaupun sedikit, asal kontinyu terus itu bisa menjadikan hasil yang tetap.” ungkapnya ketika ditemui di rumahnya belum lama ini. Seiring berjalannya waktu, usahanya pun berkembang. Dibantu beberapa orang karyawannya, Imdad mendistribusikan dagangannya ke seluruh penjuru Cilacap. Bakery Barata Better merupakan brand yang diberi oleh supplier roti dagangannya.

Tak hanya menjadi distributor, alumni Ponpes Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo ini pun mengkreasikan roti buatannya sendiri berupa Roti Tape. Roti ini terbuat dari tape (hasil fermentasi) ketela pohon yang dibungkus gandum, kemudian dipanggang. Rasanya manis, guris, dan ada rasa masam khas kenyas (nama lain tape). Imdad selalu menyertakan roti ini setiap kali keliling menjual roti-rotinya, meskipun jumlahnya masih sedikit dibanding roti-roti lain yang dijualnya.

“Saya melihat potensi sumber daya alam yang ada di lingkungan kita, satu, singkong itu sangat mumpuni. Dan ibu-ibu rumah tangga selaku para tenaga kerja menjadikannya sarang lapangan kerja. Dan para generasi muda kita ajak kerja sama yang saling menguntungkan, menjadi salesman.” ungkap suami Siti Munfagiyah ini. [Samsul Ma’arif/2014]

Comments

comments

3 komentar pada “Usaha Roti Tape Mas Imdad

  • 15 Oktober 2014 pada 10:58 am
    Permalink

    Ingin rasanya merasakan roti tape panggang dari Desa Muktisari. Mak nyussss….

    • 15 Oktober 2014 pada 12:00 pm
      Permalink

      Monggo pak, mampir ke Muktisari….

  • 29 Oktober 2014 pada 10:37 am
    Permalink

    Wah wajib mencicip

Komentar ditutup.