Mengenalkan Budaya Membaca Melalui Taman Baca
Memiliki taman baca adalah salah satu impian yang sempat saya miliki semasa SMA dulu.Dan baru terpikirkan lagi beberapa minggu terakhir. Rencana ini semakin mengerucut ketika seringnya saya menjumpai anak yang menghabiskan waktu hanya untuk bermain game online (termasuk ponakan saya sendiri). Dan kegiatan bermain lainnya yang jika saya amati kurang begitu bermanfaat.
Berawal dari hal inilah saya semakin berniat untuk segera merealisasikan impian mendirikan taman baca. Tujuannya ialah nemberikan pelayanan dan memenuhi kebutuhan anak untuk menggali informasi sebanyak banyaknya. Setidaknya agar anak mau membaca buku dan mencintai buku sejak dini.
Yaps.. mengapa sejak dini? Perencanaan awal taman baca ini berorientasi pada anak usia pra sekolah Dan SD. Karena saya beranggapan jika kebiasaan membaca di perkenalkan sedari kecil maka jika anak-anak tumbuh menjadi besar, budaya membaca akan selalu melekat dalam diri mereka.
Bukan hal mudah untuk merealisasikan mimpi saya ini. Beberapa ide bermunculan, hambatan yang juga ikut muncul. Taman baca ini derencanakan akan menempati salah satu ruangan bekas ruang tamu Mas Mantri Rofiq yang berada di Desa Muktisari, Rt.06/Rw.02, Kec. Gandrungmangu, Cilacap.
Planing awal yang saya lakukan ialah menginformasikan dan meminta bantuan baik bantuan moril maupin materiil kepada keluarga dan sahabat-sahabat saya berkenaan perencanaan pendirian taman baca ini.
Alhamdulillah, rencana ini mendapat respon positif. Seketika itu juga saya langsung mendapatkan donatur asal Bogor yang bersedia membantu menyediakan buku-buku. Gejolak untuk segera merealisasikan taman baca ini semakin mbandreng (indo: menggelora)..hihi..
Planing kedua, menyetting tempat. Nah..ini nih yang membuat saya garuk-garuk kepala (baca : bingung). Saya belum memiliki gambaran untuk sarpras taman baca ini. Belum tersedia meja, rak buku, bangku, papan info dan fasilitas lainya. Ini merupakan kendala yang menurut saya paling berat.
Tetapi saya yakin setiap hambatan pasti memiliki solusi. Saya berharap teman-teman sekalian bersedia menyumbangkan ide-ide cemerlangnya guna terealisasikanya taman baca ini. Sehingga pertengahan bulan Desember 2014 nanti taman baca ini sudah dapat dibuka. Terima kasih.
Ulun Najah Azhar
(@nunnaAzhar)

