Pembukaan KKN KE-11 STAIMA Kota Banjar di Desa Muktisari

Selasa 19 mei 2015 balai Desa Muktisari nampak beberapa pemuda pemudi berseragam jas biru muda, mereka adalah mahasiswa dari Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Huda Al-Azhar ( STAIMA ) Kota Banjar Jawa Barat mereka akan mengadakan KKN yang ke-11 di Desa Muktisari, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Di pendopo nampak beberapa tamu undangan yang terdiri dari tokoh masyarakat ketua rt dan tokoh agama mereka akan mengikuti acara pembukaan KKN. Acara pembukaan di mulai pukul 10:00 WIB, qiroatul quran yang dibacakan oleh Husni Maarif (mahasiswa STAIMA) menjadi acara kedua setelah dibuka dengan bacaan alfatihah kemudian dilanjutkan dengan lantunan Indonesia Raya.
Acara yang dihadiri sekitar 35 orang yang terdiri dari mahasiswa dan tokoh masyarakat ini diteruskan dengan sambutan Ketua panitia yang disampaikan oleh bpk Toto Rudianto dalam sambutannya beliau mengatakan “Peserta KKN kali ini dari jurusan taribiyyah program study pendidikan agama islam jumlah mereka 28 dan dibagi 2 kelompok, kelompok pertana di dusun cibuaya dan kelompok kedua dusunn bendagede. KKN tahun meliputi beberapa kabupaten yaitu Kab Cilacap, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Pangandaran, kota Banjar dan kabupaten Ciamis. Keberadaan kami hanya sekedar ingin ikut membantu program program desa yang telah di rancang oleh pihak desa khususnya dua dusun tersebut dan juga sekaligus membangun pendidikan agama islam berupa fisik dan non fisik.”
“Peserta KKN kali ini keseluruhan 325 mahasiswa semester 8 dan dibagi menjadi 5 kabupaten. Kecamatan Kedungreja, desa Tambaksari, kec Cipari desa Segaralangu, kecamatan Cimanggu, desa Karangreja, kecamatan Gandrungmangu, desa Muktisari” tutur Dosen akademik Slamet Sukirman dalam sambutan lanjutan.
“Kami menitipkan anak didik kami kepada Kepala Desa dan tokoh masyarakat karena sekolah kami membawa visi agama Islam. Kami juga menugaskan 2 dosen pembimbing lapangan bpk Mahmudin, M.Pd, bpk Sugiman, Mba. KKN ini dilaksanakan selama 40 hari,” lanjutnya. “Menyandang sarjana S.Pd.I itu bukan sebagai kebanggaan semata namun sebagai beban untuk terus menjadi lebh baik.” pungkasnya.
Kepala Desa Muktisari Munjaini menjadi sambutan terakhir “Di desa ini beberapa waktu lalu ada kkn staima 2012/ 2013 dan meninggalkan kesan baik bagi desa dan masyarakat dan kali 2014 /2015 semoga juga bisa meningglakan kesan lebih baik khususnya bisa membangun fisik dan non fisik, bangunan fisik kami berharap para mahasiswa bisa membantu pengecatan areal balai desa dan kebetulan bulan ini adalah bulan gotong royong kami berharap bisa ikut andil untuk mensukseskannya,” sambutnya.
Acara pembukaan diakhiri pembacaan doa yang dibawakan oleh salah satu tokoh masyarakat.
Ittihadul Mualimin

